Archive for April, 2005

Interlude……….

Wednesday, April 27th, 2005

Diam….
Diam….
Diam….
Diam….
Diam….
Biarkan aku melantunkan mesra di jiwanya
Tenang….
Tenang….
Tenang….
Tenang…..
Tenang….
Biarkan aku bersoneta tentang peri jelita
Dalam ramainya, dia adalah milik semua manusia
Dalam sunyinya, dia adalah milikku semata

Jihadku..Jihadmu..

Monday, April 18th, 2005
Dia boleh beragama Islam
Dia boleh beragama Kristen
Dia boleh beragama Hindu
Dia boleh beragama Budha
Dia boleh beragama Sikh
Dia boleh beragama Zoroasther
Dia boleh tidak beragama
Dia boleh tidak ber-Tuhan
tetapi……………
ketika dia menginjak proletar
ketika dia merampok para miskin
ketika dia berbual sektarian
ketika hatinya tertutup nafsu
mari lawan dia
karena dia adalah setan
menjelma jadi manusia
Dia boleh adik-kakakmu
Dia boleh bapak-ibumu
Dia boleh kekasihmu
Dia boleh dirimu sendiri
Dia boleh pemimpinmu
Dia boleh ahli agama
Dia boleh punya segala
tetapi………
ketika cinta tidak menjadi warna nafasnya
ketika damai tidak menjadi gerak langkahnya
mari sadarkan dia
karena iblis sedang bermain dalam dirinya
Dia boleh nabimu
Dia boleh tuhanmu
Dia boleh dewamu
Dia boleh kiai, rabbi, pastur,pendeta
Dia boleh presiden,menteri,punggawa
tetapi………
ketika pluralitas bukan agendanya
ketika relativitas bukan teorinya
ketika damai dan cinta bukan kulminasi angannya
campakkan mereka di tempat sampah

Guru2 Tolol

Monday, April 18th, 2005
Kukira hanya di Indonesia
atau hanya di negara dunia ketiga
tetapi ternyata
ada di mana-mana
Masih ada saja
Guru yang merasa tahu semuanya
Guru yang tak mau tahu kebenaran muridnya
Guru yang menganggap dirinya adalah dewa
Guru yang hanya tahu perintah jumawa
Guru yang autis terhadap relativitas dunia
Kawan………
Jika saat ini atau suatu saat
kau menjadi guru
guru bagi anak2mu
guru bagi saudara2mu
guru bagi adik2mu
atau mungkin
guru bagi bangsamu
camkan satu hal
Buatlah muridmu lebih pintar darimu

Papa …oh…Papa….

Thursday, April 14th, 2005
Kisah selanjutnya, menertawakan diri saya. Papa yg terlalu muda, yg akhirnya sering bingung menjawab pertanyaan anaknya. Ini ttg anak saya, bernama Lala Amelia (dipanggil Lala), 15 th, gadis yg lagi puber2nya……Loh koq bisa, papanya 22 th, anaknya 15 th. Lho bisa donk, kan papanya selalu minum "Fit-Amin", obat manjur itu lho, anti penuaan dan anti penderitaan hehehe…..
Kangen neh sama anakku, sore2 aku telpon dia…..
" Papa….makasih yach, kirimannya dah nyampe lho, itu bunga tulip langsung Lala nyalain di kamar, bagus dech….., tapi Papa ketinggalan jaman dech, masa ngirimin celana kekecilan, Lala kan udah gedhe Pa…., Papa nggak gaul achh…. . Bajunya sih pas Pa, seksi gitu"
Waduh waduh, koq bodho amat aku ya beliin celana gak tanya dulu ukurannya, ya sutralah, kedele dah terlanjur jadi tempe….
" Papa…Lala sekarang udah punya pacar baru, umurnya hampir sama kaya Papa, dia itu hobinya surfing di Pantai Kuta. Dia sayang banget ama Lala, tapi bagaimana menurut pendapat Papa. Dia mau nyium Lala, boleh gak Pa..?"
"Hhmmm, hhmmmm, hmmmm…menurut pendapat kamu gimana..?"
Dasar Papa blo’on hehee, bingung jg lah ditanya kaya gitu……..
"Kalau Lala sih maunya nunggu ntar kalau udah umur 17 tahun Pa. Sekarang masih kecil, biar Lala bisa pikir lebih panjang."
" Ho oh…Papa setuju ama kamu. Ciuman sih gpp, tapi kelanjutan dari ciuman itu yang berbahaya."
" Trus Pa, tau gak…Lulu …Lulu..Lulu..Pa. Bikin iri dech, masa dia pacarnya ganti2 terus. Mentang2 dia sering jagain warung, masa kalau ngenalin cowok pasti cowok barunya dia. Wah Papa….gimana nih Pa..?"
Kembali lagi aku diem, cuman ah uh ah uh…sambil ketawa2, sengaja ketawanya dilamain, sambil mikir mau jawab apa….
"Relasi itu komitmen Lala. Untuk saling menjaga hati, betapapun jarak dan godaan datang dari kanan kiri. Mungkin Lulu belum mau berkomitmen, dan itu hak dia."
"Trus Pa, tau gak… Di sekolah Lala, wuhhh banyak cowok ganteng Pa. Lala jadi semangat kalau ke sekolah"
Kembali lagi aku tertawa, karena terus terang gak tau mau bilang apa.
Jedher..jedherrr…wah beginilah senengnya jadi Papa….betapa polos dan komunikatif anak2 itu, betapa imajinatif mereka. Terima kasihku pada-Mu Ya Allah, atas kesempatan untuk menjadi teman, guru, dan tempat curhat mereka. Aku berjanji aku jg akan belajar dari mereka……

Presentasi Ngawur

Thursday, April 14th, 2005
Cerita ini adalah kisah nyata, untuk membuat Anda tertawa, kalau Anda tidak tertawa, maka segera periksa, saya tidak tahu kemana, tapi mungkin di Rumah Sakit Jiwa ( haha…bcanda jek, masa gitu aja cemberut)
Beberapa minggu lalu, ada tugas neh, bikin presentasi, temanya terserah. Namanya presentasi lho, dengan seenak udelnya ibu dosennya ini memilih grupku sebagai yg pertama. Wah, kaya kerbau kehilangan anaknya, waktu yg cuman seminggu disaat tugas yang semakin menumpuk (hehe…pdhl jg tugasnya ringan2 sih, lebih banyak becandanya daripada belajar weekekkkekk).
Okelah, akhirnya presentasi pun jadi, berhubung waktunya yang mepet, walaupun itu kerjaan grup, aku sendiri yang buat dari makalah sampe presentasinya, abisnya kalau kebanyakan rapat, malah gak jadi2, tau sendirilah kerja grup tuh kayak gimana. And here we go…..
Hari presentasi, satu kawan di grup dari Cina, mukanya merah padam gitu, gugup campur muka memelas , waduh bahaya nih pikirku. Dari awal sudah kubisikin, jangan gugup, nyantai aja, anggap aja yg didepan lu tuh para sapi hahaha….dan memang, slide pertama aku kasih suara sapi gitu, biar bisa mencairkan suasana, dan memang dia agak lebih rileks akhirnya. Setelah sekitar 20 menit presentasi, hhmm lega….tapi ada sesi tanya jawah neh ….sebenarnya dari awal udah deg2an jg neh, kelasku tuh orangnya kritis2, apalagi banyak yang sudah berpengalaman.  Ditunggu 10 detik, 20 detik, 40, sampe satu menit…loh koq gak ada yang bertanya, wah gimana neh….
Akhirnya dosennya yang angkat bicara,
" Please, ask some questions pertaining this subject, anti globalization…"
Ruangan diam membisu sejenak sampai ada yg nyeletuk..
" We don’t know what to ask Mam, I’m simply blank.."
" Yes Mam, this subject is strange for us."
satu temen lagi dari Nigeria menimpali.
Wah wah, dalam hati aku gembira, horee…tak ada pertanyaan, presentasi akan segera selesai.
" Hmmm, I think that your presentation is too advance, and you should also use simple words, n you should repeat it again in the end of this module"
Grobbyaaakkk, bumi gonjang ganjing langit kelap kelap katon (hehehe kaya wayang kulit aja) , gila apa dosen ini, nggak ada pertanyaan kan bukan salah kita, klo temanya terlalu berat lah kan jg bukan salah kita, waduh suruh ngulangin lagi, ampun ampun……

Bukan Jawaban

Wednesday, April 13th, 2005

F#m                   A                  C#m             F#m

Kekerasan bukanlah jawaban atas perbedaan

F#m                  A                C#m                F#m

Lihatlah jauh ke depan, berbeda itu keindahan 

Reff I :

A

Lembutkan Lembutkan

C#m

Lenturkan Lenturkan

F#m

nuranimu yg berkarang

A                                C#m

Lentera hidup yg tlah mati

A                       C#m          F#m

Saatnya tiba dinyalakan lagi

F#m                A                  C#m           F#m

Quo vadis saudaraku..jika tertutup hatimu

F#m                 A              C#m             F#m

Bebaskan peta jiwamu menuju Yang Satu

Reff II :

A

Sembuhkan cerahmu

C#m

Maafkan gelapmu

F#m

Sinarilah sekitarmu

A                          C#m

Kini waktunya berarti

A                   C#m         F#m

saat nafas masih menemani

Bolehkah Anak2 Kecil Tertawa

Friday, April 1st, 2005
Bolehkah anak2 kecil tertawa
menertawakan kebodohan orang2 tua mereka
menertawakan kemunafikan yang terlembaga
Bolehkan anak2 kecil tertawa
mendengar seseorang terpaksa dipecat dari bekerja karena dia berjilbab*
melihat pelarangan atas pakaian kendor ala penyanyi rap**
merasakan kewajiban untuk berjilbab walaupun merasa pengap***
Bolehkah anak2 kecil tertawa
kali ini lebih terpingkal2 dari sebelumnya
koq ada peraturan negara melarang oral seks dan anal seks
koq ada peraturan negara melarang ciuman di depan umum
koq ada peraturan negara melarang homoseksualitas
Bolehkah anak2 kecil tertawa
melihat absurditas dunia
kebebasan pribadi pun diobok2 negara
Jangan2 sebentar lagi
ada peraturan melarang masturbasi
ada peraturan mengharuskan poligami
ada peraturan keharusan selibat buat laki2
ada peraturan membatasi pemakaian tangan kiri
Jangan2 tak lama lagi
kebebasan pribadi sudah mati
negara mengikatmu dari ujung rambut sampai ujung kaki
Hayo..anak2…. tertawa lebih keras lagi
biar mereka sadar dan memperbaiki diri
Amsterdam, Maret 2005
* terjadi di Belgia, seorang ibu muda berjilbab yang diancam akan dibunuh kalau tidak mengundurkan diri dari pekerjaannya.
** terjadi di salah satu negara bagian AS mengesahkan peraturan yang melarang berpakaian kendor ala penyanyi rap
*** terjadi di Nangroe Aceh Darussalam, wanita bisa terkena hukuman kalau tidak berjilbab di tempat umum