Archive for September, 2005

Masih Waraskah Anda..?

Monday, September 19th, 2005

Anda orang Hindu
Ada pura terbakar
Di saat yang sama rumah seorang Budha terbakar
Rumah itu yang anda padamkan lebih dahulu
Itu kalau anda masih waras

Anda orang Kristen
Mau ikut misa Natal
Di tengah jalan ada seorang berpeci putih ketabrak becak
Anda batalkan misa dan menolong korban
Itu kalau anda masih waras

Anda orang Islam
sebuah masjid hancur diterjang tsunami
tak ketinggalan pula rumah2 penduduk dzimmi
Anda mengutamakan membangun rumah daripada masjid anda sendiri
Itu kalau anda masih waras

Anda orang Yahudi
Ada Bar Mitzwah di sinagog
Di pinggir jalan retret suci mobilnya terbalik
Anda membantu para penumpang dulu
Itu kalau anda masih waras

Kalau anda masih waras
Hablumminannaas itu lebih penting daripada hablumminallah
Sandaran horizontal itu lebih perlu daripada sandaran vertical
Melawan penindasan itu lebih bagus daripada menyembah Tuhan
Menyekolahkan yatim piatu itu lebih urgen daripada bicara halal haram
Membangun sekolah itu lebih mulia daripada membangun rumah peribadatan
Menyantuni para miskin itu lebih baik daripada sembahyang siang malam
Hak Makhluk itu lebih tinggi daripada hak Tuhannya
Menebarkan cinta itu lebih bahagia daripada memeluk agama
Itu kalau anda masih waras
Masih waraskah Anda?

Amsterdam, menjelang tengah malam
Membaca quran di sebuah kamar yang penuh dengan gambar Yesus dan Maria

Kupersembahkan untukmu Ibu

Saturday, September 10th, 2005

Ibu,
sore itu dikala takbir berkumandang dan bedug bertalu
kau pertaruhkan nyawa untuk menghadirkanku
kau bermandi peluh dan darah demi nafasku

Aku terlahir
Engkau berulang tahun
Hari ini adalah ulangtahun pengorbananmu
Hari ini adalah ulangtahun ketegaranmu
Hari ini aku merindukan pulsar cintamu

Ulurkan tanganmu
jika kuterjebak dalam sentrifugal materi
Beri semangatmu
agar semakin mendekati sentripetal hakiki
Kutuklah diriku
jika tak mencium kakimu yang keriput dan retak2 oleh sinar mentari
Durjana diriku
jika tak bersimpuh di jaritmu yang mulai luntur kebanyakan dicuci
Dasar neraka tempatku
jika aura kasihmu kulukai

Tak ada lilin untuk ditiup
tapi selalu ada cinta untuk dibagi
Tak ada kue untuk dipotong
tapi selalu ada kasih untuk diberi

Selamat Ulang Tahun Ibu………….

Amsterdam, 31 Juli 2005 jam 00.00

Tentang Putus Cinta

Friday, September 9th, 2005

Jika Engkau putus cinta
Itu bukan akhir dunia
Jika Engkau putus cinta
Ambil nafas dalam dan keluarkan Ce O dua
Termasuk kentut sebanyak2nya ;-) Jangan lupa budayakan tertawa

Acungkan jempol pada mantanmu
Jika penggantimu lebih berkualitas dari dirimu
Kasihanilah mantanmu
Ternyata penggantimu banteng dungu

Angkat topi pada mantanmu
Jika standar pilihannya di atas dirimu
Tertawakan mantanmu
Ternyata standar pilihannya cuma segitu

Satu hal yang diperlukan
Standar pilihanmu jangan pula kau turunkan
Percayalah kekasih barumu pasti bukan cewek sembarangan

Amsterdam, pagi hari sambil mendengarkan burung bersiul di samping rumah
Terima kasih kepada Mas B yg dulu telah menurunkan wasiatnya ttg hal ini, semoga sukses PhD programnya, ditunggu undangan nikahnya hehehehee…….

Permisi Tuhan, aku mau upgrade otak

Friday, September 2nd, 2005

Tok tok tok…….

Permisi Tuhan….

Aku mau mengupgrade otakku

biar aku mengerti bahwa aku ini dungu

tak lebih dari sekedar debu

Permisi Tuhan….

Aku mau install blue chip-Mu

agar tampak tabir kebodohanku

tafakur dan tawadhu’ berperilaku

Permisi Tuhan…

Akselerasi RAM-ku bolot

hukum Amdahl-ku lemot

sehingga aku begitu kolot

sedikit2 sudah adu otot

Ya mbok kasihanilah aku Tuhan…

pukullah aku dengan binary dan decimal

tamparlah aku dengan analog dan digital

agar aura kebijaksanaanku semakin mengental

Gelitik aku dengan quantum mekanik

Hardik aku jika mencintai klenik

Oh Tuhan, sepenuh hatiku aku berbisik

Amsterdam, 14 Juni 2005