Sayang, Ingatkah kau tentang sebuah kisah ?
Tentang, Nicholae Ceausescu, Salah seorang Presiden Rumania
Ia Berkuasa… namun otoriter dan diktator
Hingga Rakyatnya selalu hidup dalam terror
Maka tak salah jika akhirnya ia berakhir tragis, diserbu, diseret dan dijatuhkan oleh rakyatnya meski Rumania harus mengorbankan ribuan jiwa tak bersalah dalam sebuah revolusi berdarah…
Lalu ingatkah kau tentang Alberto Fujimori, minoritas keturunan jepang yang berhasil menjadi presiden peru dengan dukungan luas. Ia tebarkan berbagai janji tentang kemajuan, pembebasan korupsi dan berbagai janji lain. Namun akhirnya ia kembali ke negaranya dengan menempelkan sebuah stiker koruptor di keningnya…
Lalu lihatlah Negara kita…ternyata begitu banyak kisah yang sama
Begitu banyak tikus-tikus yang rakus, yang memakan bangkai saudaranya sendiri
Tapi kenapa harus kami, rakyat biasa, yang mesti memakai jaket kebangsaan yang bertuliskan “Warga Negara terkorup didunia”
Sayang, waktu itu aku berjalan-jalan di tepian jalan
Tiba-tiba seseorang yang mengaku mahasiswa merajukku mesra
Tapi bukan sayang..bukan untuk menjadi kekasihnya
Ia merayuku untuk ikut partai politik!
Ia bilang..”Ayo ikut, saudari nanti bisa ikut jadi salah satu Anggota DPR”
Dewan Perwakilan Rakyat? Tanyaku padanya..
Iya benar..tapi sekarang sudah ganti nama jadi Dewan Penghianat Rakyat..
Ciih..lebih baik aku mati dari pada jadi pengkianat bangsa…
Aku jadi malas berbicara tentang bangsa kita..Apa memang masih ada?
Apa masih ada sisa setelah di gerogoti oleh tikus-tikus penghianat bangsa itu..
Masih..pasti masih ada! Dan kita masih tetap harus memperjuangkan sisanya..supaya kembali lagi seperti semula…
Hari ini hari istimewa…
Maka izinkanlah aku berdoa..
Jika nanti kau jadi pemimpin bangsa…
Maka jangan pernah kau jadikan mereka idola!
Tapi jadilah seperti seorang bernama Muhamad, Umar bin Khatab, Umar bin Abdul Aziz..yang selalu memulai dengan segala kesederhanaan, kearifan, kejujuran dan kesungguhan..yang selalu memulai dengan ketegasan dan keberpihakan pada kebenaran, yang selalu memulai dengan ketakwaan dan keimanan dan mengakhirinya dengan kecintaan, kedamaian dan kemajuan yang tak akan lekang oleh masa..
Jika nanti kau jadi seorang buruh pena,
Maka jangan pernah menjadi seorang “Wartawan Amplop” seperti yang sering kita lihat disekitar kita….Tapi jadilah seperti seorang Pramoedya, Sutarzi Calzoum Bahri, dan W.S Renda..yang melukiskan kebenaran dalam kelugasan, kecerdasan dalam keberanian, keindahan dalam bingkai kejujuran..
Tapi sayang..kau kan tampan! Jangan-jangan ada sutradara yang tertarik merekam wajahmu dibalik lensa kamera.
Jika pun nanti kau menjadi seorang selebritis, maka jangan pernah menjadi selebritis yang apatis…yang tak perduli dengan begitu besarnya efek media masa pada rakyat indonesia, yang meracau-kan arti keindahan menjadi sebuah kata baru Pornografi..! Maaf sayang, tapi mereka jadi terlihat tak lebih dari seorang pelacur di mataku!
Apa mereka tidak tau bahwa bangsa kita masih bodoh dan menelan mentah-mentah apa yang dilihatnya..tapi toh mereka tak peduli dan tidak merasa ikut bertanggung jawab dengan begitu banyaknya pelecehan, kekerasan, pemerkosaan bahkan pembunuhan…
Tapi jadilah seorang Dedi Mizwar dan Cristin Hakim yang berperan di depan layar dengan kesungguhan dan tanggung jawab, yang selalu membungkus ketampanan dan keelokan wajahnya dengan busana nilai-nilai moral dan sosial..
Satu lagi usiamu bertambah sayang..
Jika nanti sudah waktunya..kau akan jadi seorang kepala keluarga
Maka jadilah seorang pemimpin yang selalu dapat dijadikan teladan segera..
Jadilah seorang pendidik yang kelak akan mendidik anak-anaknya seperti yang selalu di ajarkan Ki Hajar Dewantara “Tutwuri Handayani, Ing Madya Mangun Karsa, Ing ngarsa sungtulada..”
Nyanyikanlah mereka tentang tembang-tembang indah dengan gubahan istimewa..tentang cinta, hidup dan bahagia..
dan jika mereka telah cukup dewasa, maka seperti seorang Iwan Fals, nyanyikan mereka tentang tembang kenyataan yang ada..
Jadilah contoh bahwa harta bukanlah yang utama, bahwa wanita bukan hanya untuk kesenangan semata, berikanlah contoh hingga mereka memahami bahwa poligami bukan semata-mata gaya hidup dan pembenaran atas nafsu dunia…
Hidup dan bercintalah dengan indah sayang, hingga setiap matahari terbit di setiap pagi, ada nafas yang menggelora untuk terus mengisi hidup dengan sesuatu yang bermakna…
Untuk sebuah hari istimewa
Kucapkan kalimat sederhana…
“Selamat bertambah usia….”
by,
RRAA Tya Soesatyo
PS : Terima kasih atas hadiah ultahnya, aku berjanji untuk selalu hidup dan bercinta dengan indah, walau takdir mungkin tidak mempertemukan kita. Dan aku juga berjanji untuk menjadi manusia seperti yang kau doakan.