Archive for October, 2005

Tuhan Yang Diciptakan Manusia

Monday, October 24th, 2005

Allah, Yahweh, Bapa, dan Widi Wasa
Entitas tunggal yang dimaknai ganda
Diperebutkan sana sini seperti piala
Disembah sana sini tapi diperkosa ketuhanannya

Muhammad, Musa, Yesus, dan Vivekananda
Orang biasa yang dianggap dewa
Ditahbiskan suci walau juga pernah berdosa
Tidakkah manusia tahu kelemahannya
Kultus individu tak ada habisnya

Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu Dharma
Diperah sana sini untuk politik asusila
Dijadikan pedang untuk mengucurkan darah sesama
Dipeluk oleh manusia2 jahiliyah yang mengaku berbudaya

Tidak ada yang suci di dunia ini
Tidak ada yang ma’sum di dunia ini
Tidak ada anak tuhan di dunia ini
Tidak ada utusan tuhan di dunia ini
Tidak ada yang pernah bermuwajjahah dng tuhan di dunia ini
Tidak ada yang bisa ngobrol sama tuhan di dunia ini

Tapi semua berbusa ngomong tahu tuhan
Seakan tuhan pernah membubuhkan tanda tangan
Bahwa manusia adalah makhluk pilihan
Padahal itu adalah kenarsisan yang dilembagakan

Di antara milyardan trilyun matahari
Di antara jutaan milyard galaksi
Di antara black hole dan dark energy
Siapakah kita yang mengaku makhluk suci?
Siapakah kita yang mempercayai Imago Dei?
Siapakah kita yang menganggap diri nabi?
Siapakah kita yang sanggup memanggul pesan ekaristi?
Siapakah kita yang sanggup mengerti bahasa Ilahi?

Ya mbok tahu diri saja
Debu tak usahlah mengaku intan permata
Dzarrah tak usahlah menganggap dirinya
jamrud berharga

Mengakui ketidakberhargaan memang menyakitkan
Mengetahui ketidaktahuan memang perlu jiwa kebesaran
Menyadari kebodohan memang memalukan
Tetapi,
kalau tidak sekarang
kapan lagi kita belajar untuk menjadi matang
kapan lagi kita memberi anak cucu kita kesadaran
kapan lagi kita menyembah Tuhan yang benar2 Tuhan
bukan Tuhan yang kita ciptakan

Tuhan bego, tolol, debil, imbesil, dan banci kalau……..

Monday, October 24th, 2005

Bertanya seorang kawan
“Percayakah engkau akan Tuhan?”

Maaf, aku tidak bisa menjawabnya
Ilmuku terlalu dangkal untuk berekstropisme ke sana
Ada dan tiada-Nya sama2 tak ada buktinya

Yang aku tahu………
Tuhan bego kalau ciptaan terbaiknya cuma manusia
Tuhan tolol kalau kata2 terbaiknya cuma Quran, Injil, atau Veda
Tuhan debil kalau Dia bisa dipenjara oleh agama
Tuhan imbesil kalau Dia takut oleh kebebasan berpikir kita
Tuhan banci kalau bisanya bersembunyi di balik jubah semesta

Yang aku tahu….
Muhammad tidak beragama Islam
Yesus tidak beragama Kristen
Gandhi tidak memeluk Hindu
Sidharta tidak beragama Budha
Mereka punya satu agama
Kasih dan Cinta

Maaf kawan,
Diskursus ini lebih jauh dari syariat, ma’rifat atau hakikat
Alur ini adalah exegisisitas atas kredo mengikat

Maaf kawan,
Jika kata2ku ini membuat otakmu penat
Aku hanya mencoba jujur terhadap kodrat
Bahwa kenarsisan manusia memang teramat sangat

Amsterdam, terinspirasi oleh diskusi menjelang pagi hari

Surga Kaplingan

Monday, October 24th, 2005

Yang berbulan bintang mengkapling surga
Seakan yang lain tak berhak memilikinya
Karena tak menganggap Allah sebagai tuhannya
Karena tak menganggap Muhammad sebagai nabinya

Yang bersalib membuat patok2 besar di surga
Karena yang diluar salib tak akan bertemu Bapa
Keselamatan hanya buat gembala
Yang mendungukan diri kepada Roma

Yang berbintang segi enam mengklaim surga
Karena telah tersurat dalam perjanjian lama
Ras lain tak berhak menikmatinya
Karena surga adalah hak istimewa kaum Yudea

Yang berswastika tidak percaya surga
Tapi mengkapling manusia berdasarkan kasta
Paria tidak berhak menyentuh Veda dan Bhagavad Gita
Mendengarpun dicor besi panas telinganya

Sidharta akhirnya tertawa2
Menertawakan kebodohan manusia
Surga koq dicari kemana2
Padahal surga itu ada di hati kita
Surga itu milik semua manusia
Yang tidak maupun yang beragama
Siapa saja yang tidak terbelenggu Samsara

Saya sih tersenyum2 saja
Tak perlu kapling2an segala
Lha wong hidup itu sederhana
Asal bahagia tak usahlah masuk surga
Biarlah orang rebutan masuk ke sana
Bahagia tidak berarti surga
Bahagia itu ada di hati yang menerima

Gaya Hidup Quantum

Sunday, October 23rd, 2005

Hari ini kau lihat aku di masjid
Besok kau lihat aku di gereja
Lusa kau lihat aku di wihara
Kemarin kau lihat aku di pura
Kadang kau lihat aku diantara asusila
Sering kau lihat aku bersama asketik raga

Tapi sebenarnya aku tidak di mana2
Tapi aku ada di mana2
Kau lihat aku disana karena engkau melihat
Kau tidak melihat sesuatu yang tidak ingin kau lihat

Aku di sini saat ini
Tapi aku juga di sana
Di saat yang ini pula

Untuk kesana
Aku tidak perlu kesana
Karena disinipun
Aku sudah disana

Di antara lubang hitam yang tidak hitam
Semua hilang yang juga tidak hilang
Massa memadat dalam pekat
Hingga dahsyat tak bisa menyemburat

Menunggu memang membosankan
Mencari memang pengorbanan
Tapi diam adalah pengkhianatan

Dan memang
Hidup ini mati
Mati itu hidup

Amsterdam, wulan poso tahun rong ewu limo

Sebuah Surat Tanpa Judul

Sunday, October 16th, 2005

Sayang, Ingatkah kau tentang sebuah kisah ?

Tentang, Nicholae Ceausescu, Salah seorang Presiden Rumania

Ia Berkuasa… namun otoriter dan diktator

Hingga Rakyatnya selalu hidup dalam terror

Maka tak salah jika akhirnya ia berakhir tragis, diserbu, diseret dan dijatuhkan oleh rakyatnya meski Rumania harus mengorbankan ribuan jiwa tak bersalah dalam sebuah revolusi berdarah…

Lalu ingatkah kau tentang Alberto Fujimori, minoritas keturunan jepang yang berhasil menjadi presiden peru dengan dukungan luas. Ia tebarkan berbagai janji tentang kemajuan, pembebasan korupsi dan berbagai janji lain. Namun akhirnya ia kembali ke negaranya dengan menempelkan sebuah stiker koruptor di keningnya…

Lalu lihatlah Negara kita…ternyata begitu banyak kisah yang sama

Begitu banyak tikus-tikus yang rakus, yang memakan bangkai saudaranya sendiri

Tapi kenapa harus kami, rakyat biasa, yang mesti memakai jaket kebangsaan yang bertuliskan “Warga Negara terkorup didunia”

Sayang, waktu itu aku berjalan-jalan di tepian jalan

Tiba-tiba seseorang yang mengaku mahasiswa merajukku mesra

Tapi bukan sayang..bukan untuk menjadi kekasihnya

Ia merayuku untuk ikut partai politik!

Ia bilang..”Ayo ikut, saudari nanti bisa ikut jadi salah satu Anggota DPR”

Dewan Perwakilan Rakyat? Tanyaku padanya..

Iya benar..tapi sekarang sudah ganti nama jadi Dewan Penghianat Rakyat..

Ciih..lebih baik aku mati dari pada jadi pengkianat bangsa…

Aku jadi malas berbicara tentang bangsa kita..Apa memang masih ada?

Apa masih ada sisa setelah di gerogoti oleh tikus-tikus penghianat bangsa itu..

Masih..pasti masih ada! Dan kita masih tetap harus memperjuangkan sisanya..supaya kembali lagi seperti semula…

Hari ini hari istimewa…

Maka izinkanlah aku berdoa..

Jika nanti kau jadi pemimpin bangsa…

Maka jangan pernah kau jadikan mereka idola!

Tapi jadilah seperti seorang bernama Muhamad, Umar bin Khatab, Umar bin Abdul Aziz..yang selalu memulai dengan segala kesederhanaan, kearifan, kejujuran dan kesungguhan..yang selalu memulai dengan ketegasan dan keberpihakan pada kebenaran, yang selalu memulai dengan ketakwaan dan keimanan dan mengakhirinya dengan kecintaan, kedamaian dan kemajuan yang tak akan lekang oleh masa..

Jika nanti kau jadi seorang buruh pena,

Maka jangan pernah menjadi seorang “Wartawan Amplop” seperti yang sering kita lihat disekitar kita….Tapi jadilah seperti seorang Pramoedya, Sutarzi Calzoum Bahri, dan W.S Renda..yang melukiskan kebenaran dalam kelugasan, kecerdasan dalam keberanian, keindahan dalam bingkai kejujuran..

Tapi sayang..kau kan tampan! Jangan-jangan ada sutradara yang tertarik merekam wajahmu dibalik lensa kamera.

Jika pun nanti kau menjadi seorang selebritis, maka jangan pernah menjadi selebritis yang apatis…yang tak perduli dengan begitu besarnya efek media masa pada rakyat indonesia, yang meracau-kan arti keindahan menjadi sebuah kata baru Pornografi..! Maaf sayang, tapi mereka jadi terlihat tak lebih dari seorang pelacur di mataku!

Apa mereka tidak tau bahwa bangsa kita masih bodoh dan menelan mentah-mentah apa yang dilihatnya..tapi toh mereka tak peduli dan tidak merasa ikut bertanggung jawab dengan begitu banyaknya pelecehan, kekerasan, pemerkosaan bahkan pembunuhan…

Tapi jadilah seorang Dedi Mizwar dan Cristin Hakim yang berperan di depan layar dengan kesungguhan dan tanggung jawab, yang selalu membungkus ketampanan dan keelokan wajahnya dengan busana nilai-nilai moral dan sosial..

Satu lagi usiamu bertambah sayang..

Jika nanti sudah waktunya..kau akan jadi seorang kepala keluarga

Maka jadilah seorang pemimpin yang selalu dapat dijadikan teladan segera..

Jadilah seorang pendidik yang kelak akan mendidik anak-anaknya seperti yang selalu di ajarkan Ki Hajar Dewantara “Tutwuri Handayani, Ing Madya Mangun Karsa, Ing ngarsa sungtulada..”

Nyanyikanlah mereka tentang tembang-tembang indah dengan gubahan istimewa..tentang cinta, hidup dan bahagia..

dan jika mereka telah cukup dewasa, maka seperti seorang Iwan Fals, nyanyikan mereka tentang tembang kenyataan yang ada..

Jadilah contoh bahwa harta bukanlah yang utama, bahwa wanita bukan hanya untuk kesenangan semata, berikanlah contoh hingga mereka memahami bahwa poligami bukan semata-mata gaya hidup dan pembenaran atas nafsu dunia…

Hidup dan bercintalah dengan indah sayang, hingga setiap matahari terbit di setiap pagi, ada nafas yang menggelora untuk terus mengisi hidup dengan sesuatu yang bermakna…

Untuk sebuah hari istimewa

Kucapkan kalimat sederhana…

“Selamat bertambah usia….”

by,

RRAA Tya Soesatyo

PS : Terima kasih atas hadiah ultahnya, aku berjanji untuk selalu hidup dan bercinta dengan indah, walau takdir mungkin tidak mempertemukan kita. Dan aku juga berjanji untuk menjadi manusia seperti yang kau doakan.

Kenyataan itu pahit, tertawalah

Sunday, October 16th, 2005

Orang yg paling buta terhadap ajaran Muhammad adalah mayoritas umat Islam
Orang yg paling tidak mengerti ajaran Yesus adalah mayoritas umat Kristen
Orang yg paling tuli akan bisikan Sidharta adalah mayoritas umat Budha
Orang yg paling tidak sadar pesan Bhagavad Gita dan Upanishad adalah umat Hindu
Pengkhianat cita2 sosialis komunal nomor satu adalah orang2 komunis

Tertawalah
Tertawakan kebodohan akut yang kita derita
Tertawakan endemi egoisme yang kita punya
Tertawakan bila agama dan paham dijadikan tujuan
Bukan dijadikan alat untuk kesejahteraan bersama

Tertawalah
Karena isi bumi lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kita
Walaupun akhirnya menjadi sangat kurang untuk memenuhi nafsu kita

Jilbab Menggugat

Sunday, October 16th, 2005

Laki2 yang mengaku Muslim
Haruskah kami selalu menjadi makmum
Sedangkan barat dan timur sudah mahfum
Bahwa ketololanmu adalah pendulum
Mengayun tanpa pernah mencapai maksimum

Laki2 yang mengaku mengikuti Muhammad
Nikahilah janda2 tua dan melarat
Jika kau ingin melaksanakan sunnah muakkad
Karena jilbabku tak sudi dikerat
oleh poligam pedofil yang menurutku bangsat

Jilbabku kukenakan bukan karena kewajiban
Tapi untuk membela kehormatan perempuan
Yang sepanjang sejarah telah dilecehkan

Aku bisa menjadi imam Negara
Imam sholat kaum lelaki juga bisa
Karena tugasku bukan hanya di dapur saja

Aku tidak sudi disentuh
Kalau fungsiku hanya teman bersetubuh
Karena kaumku adalah kaum perempuan bukan kaum buruh

Laki2 yang kudambakan
Adalah lelaki pengayom yang budiman
Menghargai persamaan hak laki perempuan
Mendorongku mencapai kulminasi peradaban

Jilbabku akan kukibarkan
Menentang dominasi keterlaluan
Manifesto resmi menolak penindasan

Merah, Hitam, Putih
Laki, Perempuan, Banci
Homo, Hetero, Bi
Kita sama dihadapan Ilahi

Amsterdam, jam 4 pagi
Ramadhan 1426 H

Dimana batas akal kita….?

Sunday, October 2nd, 2005

Da Vinci dianggap gila
Karena ingin terbang
Karena ingin melihat langit
Karena membelahi mayat
Karena menafikan ke-Tuhanan Yesus

Einstein dianggap gila
Karena menentang zionisme
Karena menganjurkan sosialisme
Karena memutar balikkan pengertian kita
Tentang ruang, waktu, dan lauh mahfudz semesta

Nietzche, Spinoza, Freud, Kant dianggap gila
Karena merasionalkan Tuhan
Memahami Tuhan dengan akal bukan dengan iman

Semua pemikir dengan ide baru dianggap gila
Sampai semua bukti nyata terhadang di hadapan
mata
Walau tidak semua orang mampu mengertinya
Yang mengerti pun belum tentu mengakuinya

Manusia
Akalmu tak berbatas
Karena yang membatasi adalah dirimu sendiri
Batasnya adalah ketidakmauan kita untuk berpikir
Ujung2nya membuat otak kita menjadi pandir

Manusia
Tuhan tak pernah bilang batas akal itu dimana
Jadi lebih baik mengaggapnya tak berbatas saja
Pelajarilah ayat Tuhan yang tercipta
Yang tersurat ternyata hanya buatan manusia

Manusia
Semua perkembangan zaman itu ada karena akal
Karena iman tanpa akal itu mandul
Berimanlah kepada setiap kebenaran
Kebenaran yang bisa dibuktikan
Oleh metode ilmiah dan percobaan
Mungkin kebenaran itu pahit
Tapi membuat kita bangkit
Dari kebodohan yang menjangkit

Manusia
Jangan pernah merasa pandai dengan ilmu yg kau
punya
Jangan pernah terperangkap oleh postulat dan
dogma
Jangan pernah pula percaya begitu saja dengan
apa yang kita terima
Keberanian perlu untuk menjadi bijaksana
Pemberontakan perlu demi ilmu baru yg berguna

Kenapa agama kita bernama Islam..?

Sunday, October 2nd, 2005

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena Islam berarti menyelamatkan
Islam itu sebuah perjuangan insan
Mewujudkan kebahagiaan seluruh makhluk alam

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena Islam itu kata kerja
Kerja yang tak ada henti
Berjuang melawan diri sendiri
Agar tak terjebak nafsu hewani

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena belum ada satu manusiapun yang sanggup
menjadi orang Islam
Muhammad pun masih berusaha menjadi orang
Islam
Walau kadang dia gagal, terjungkur walau tidak
dalam
Menyerang kafilah dari suku seberang
Menyanyi tentang ayat2 setan
Ayat pragmatis tentang menuju Tuhan
Dengan Latta, Uzza, dan juga simbol perantaraan
Membiarkan wanita dijadikan rampasan perang
Belum melarang sama sekali perbudakan
Wafat sebelum meninggalkan sistem politik yang
mapan

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena yang disalib di bukit Golgota itu juga
beragama Islam
Karena yang mengajarkan 8 Jalan Kebenaran itu
juga beragama Islam
Karena yang merafalkan Rig Veda juga beragama
Islam
Karena yang mempercayai yin yang juga
beragama Islam
Karena yang menyembah Yahweh juga beragama
Islam
Karena siapapun yang menebar keselamatan juga
beragama Islam

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena Islam sebenarnya bukan agama
Tetapi filsafat hidup yang mengakar dalam setiap
jiwa
Yang belum teracuni oleh nafsu angkara

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena orang Islam harus melepaskan diri
Dari simbol dan ritual terjalani
Bersyahadat bahwa tiada ilah selain ilah itu sendiri
Tiada tuhan selain tuhan itu sendiri
Menegasikan diri dihadapan Ilahi

Kenapa agama kita bernama Islam
Karena Islam itu perbuatan
Bukan sekedar bualan manusia dalam Quran
Karena menjadi orang Islam itu proses tak
berkesudahan