Bapa sedang jalan2 di surga, menikmati sore yang masih terang benderang. Pohon surga yang berdaun kecil nan indah melambai, disertai angin sepoi2 semilir, menambah nikmatnya suasana surga. Tiba2 dia ditempeleng. Bapa jatuh tersungkur, tapi dengan sigap berdiri lagi. Ternyata Allah (baca = Awlloh = Bhs Arab) yang menempelengnya. Secepat kilat ditendangnya Allah, tersungkurlah Allah di pelataran istana surga. Allah tidak menyerah, dikeluarkanlah sinar merah menyala diarahkan ke Bapa, dan telak mengenai tubuh Bapa. Bajunya robek sana sini terkena tembakan jitu Allah. Tapi Bapa masih segar bugar, hanya tubuhnya saja yang agak gosong. Bapa langsung mengeluarkan pentungan besar, berlarilah ia kearah Allah yang masih terbaring akibat tendangannya. Allah yang tidak mengira Bapa secepat itu tak bisa berbuat apa2, pentungan itu bertubi2 menghajar bagian2 tubuh Allah. Bapa semakin semangat menghajar Allah, tiba2 ada suara tertawa terbahak bahak disertai kilatan lampu kamera. Blap……
“ Hoiiii, kalian ngapain kayak anak kecil gitu, udah pada gede koq berantem, kayak tidak ada jalan lain aja. Hahahaa…., sudah terekam di kameraku ribut2 kalian ini, ntar aku kirim ke bumi, biar anak buahmu pada terpingkal2 lihat tingkah polah kalian”
“Wah jangan dong, please…please…, YHWH, jangan lakukan itu. Itu akan sangat tidak bagus pengaruhnya terhadap konditeku sebagai tuhan. Masak gue dihajar sama Bapa edan ini“
“ Sialan, loe yang mulai, loe ngapain nempeleng tanpa sebab, dasar gendeng..”
“ Loe mustinya ngaca Bapa, kenapa aku tidak menghajarmu sekalian, tempeleng itu masih moderat, tidak setara dibandingkan kejahatanmu makhlukmu terhadap makhlukku.”
“ Emang gue salah apa ama loe..?”
“ Tuh tuh…liat tuh, bumi lagi porak poranda karena makhlukmu, Presiden Amerika dengan dedengkot kolot Kristennya sedang mencoba memporak porandakan ilmu pengetahuan dan tata dunia. Loe sebagai tuhan mereka mustinya kasih dong mereka penyuluhan, kalau kurang mengerti tambah dengan penataran. Masak gitu aja minta diajarin”
“ Lho, anak buahmu juga gitu, membunuh anak buahku seenak jidatnya, pake bom bunuh diri lah, pake alasan jihadlah, justru anak buahmu yang butuh penataran besar2an. Tak sepatutnya loe nyalahin gue”
YHWH tertawa terbahak2 lagi…., kali ini tambah keras…
“ Allah, Bapa, kalian ini tolol amat sih, dengan gampangnya kalian telah dipenjara oleh anak buah kalian sendiri. Salah kalian sendiri kenapa bisa dibatasi oleh kitab suci dan agama. Dijadikan Tuhan personal, Tuhan yang bisa marah, benci dan kelimpungan melawan kejahatan, sampai2 makhluknya harus membantunya. Hahaha…, pencipta koq melawan yang diciptakannya. Kalian disembah sana-sini tapi dikebiri ketuhanan kalian. Ya ampun, kalau idiot kaya kalian mending gak usah jadi tuhan deh, malu deh gue”
Kuping Bapa dan Allah terlihat merah dihina habis2an oleh YHWH, Bapa udah bersiap2 mengarahkan pentungannya ke YHWH, tapi rupanya YHWH sudah siap2 juga dengan segala kemungkinan. Bapa mengurungkan niatnya.
Sambil menarik nafas panjang, Allah akhirnya angkat bicara.
“ Baik, baik, YHWH. Jangan banyak bacot loe, loe sendiri kagak lihat jidat loe, tuh perhatikan anak buahmu yang sedikit tapi yang punya andil terbesar merusak alam, Dan loe musti ingat, kalau anak buah loe para Yahudi yang narsis itu menganggap hanya mereka yang terpilih sebagai pelaksana hukum Tuhan dan juga kenikmatan dari Tuhan.”
“ Loh, itu kan tidak hanya terjadi pada anak buahku, orang2 Islam juga mengklaim surga milik mereka, orang2 Kristen juga begitu. So what gitu lho…?”
Perang bacot lagi seru2nya, mereka dikejutkan oleh suara musik keras dari atas pohon tidak jauh dari tempat mereka berada. Ah, mereka lagi. Si Wishnu, Syiwa, dan Brahma lagi naik pohon, main2 sambil bermusik ria. Ketiganya kelihatan riang gembira, seakan sedang berpesta atas perjanjian damai yang baru saja mereka tanda tangani. Sebelumnya dewa bertiga itu juga sering ribut, mau bunuh2an, karena perbedaan sifat yang mereka punyai. Brahma yang suka bikin2 sesuatu, sering ribut sama Syiwa yang kerjaannya usil merusak barang orang. Pada awalnya Brahma membentuk front dengan Wishnu karena kesamaan platform untuk melawan Syiwa. Tetapi akhirnya mereka pada bertobat, tidak mau ribut lagi, dan menandatangani memorandum of understanding. Itupun setelah dimediatori oleh Dewa Kama dan Dewi Rati, Sepasang Dewa-Dewi Cinta.
Tensi akhirnya agak menurun, alunan musik nan indah membuat tiga tuhan di bawah, Bapa, Allah dan YHWH sedikit teralih perhatiannya dari pertengkaran sengit mereka.
“ Naik pohon yuk, main sama mereka kayaknya asyik deh…!!!” Allah berinisiatif untuk mengajak dua tuhan itu bergabung bermain. Akhirnya tanpa dikomando lagi, mereka melupakan insiden memalukan tadi. Bertiga mereka berlari saling mendahului untuk naik ke atas pohon,
Sesampai di atas, mereka dengan girangnya bermain. Ternyata alunan musik tentang cinta dan perdamaian itu telah merukunkan enam tuhan itu. Sebenarnya ada beberapa tuhan lain yang seharusnya bisa diajak bermain, tetapi karena sesuatu dan lain hal mereka tidak bisa ikut. Budha sedang sakit bisul, dan harus dirawat di rumah sakit surga untuk beberapa hari. Dewa2 bawahannya Brahma, Wishnu, dan Syiwa sedang mengadakan rapat kabinet membahas implementasi serta monitoring perjanjian damai. Shang Ti sedang sibuk mengedit kitab suci, soalnya cetakan terakhirnya sudah ribuan tahun lalu, jadi ada beberapa ejaan yang harus disempurnakan. Sedangkan Waheguru, hari ini pergi ke tukang jahit membetulkan sorbannya.
“Heh, ternyata damai itu enak ya, lebih bahagia dan bebas, tidak ada rasa cemburu dan dengki, wah seandainya dari dulu kita begini ya, kita kan selalu bisa bermain dengan riang.” Wishnu membuka pembicaraan dengan kalimat yang lugu, membuat yang lain tersenyum2.
Bapa : “ Kalian tahu nggak, setelah gue pikir2, gue tuh memang mustinya malu lho jadi tuhan, pertama gue berjenis kelamin, bias patriarki banget. Yang kedua, gue punya anak. Jangan2 kalau sperma gue ditemukan, ntar gue dikloning lagi. Tapi ini serius, Tuhan mustinya tidak terkatakan dan tidak terjebak oleh gender, sifat2 makhluk, dan juga tidak pilih kasih. Gue kan minder kalau lihat alam semesta yang guedenya amit2, terus gue ngaku tuhan, beranak pinak di planet kecil banget bernama bumi, terus manusia itu perwujudan gue. Ampun deh, jijai…”
Allah : “ Gue kalau malam juga mikir2 gitu, gue juga malu sebenarnya. Al-Quran itu adalah kata2 terbaik gue, yg penuh pengulangan dan juga beberapa kesalahan itu. Gue tuhan gitu lho, masak cuman gitu kemampuannya. Dan anak buah gue di bumi, banyak yang percaya kalau sebelum menciptakan semesta, gue menciptakan cahaya Muhammad. Dapat darimana gitu cerita ngarang kaya gitu, Enak saja bikin cerita supaya kesannya manusia itu makhluk terbaik. “
Brahma : “ Wah kalian ini telmi banget sih, dari dulu kenapa sadarnya. Gue sih dari dulu sadar koq kalau atas nama gue itu anak buah gue banyak yang korupsi lahir batin demi kepentingan duniawi. Contoh nih, Bangsa Arya bikin sistem kasta, celakanya mereka menyembah gue lagi. Gue juga kena batunya, kacian deh gue.”
YHWH : “ Hhhmmm, tapi kalian tahu nggak, kita ini kayaknya memang gak pantas jadi tuhan deh. Karena konsep tuhan kita dimanusiakan. Walhasil, kita terjebak oleh pemikiran manusia yang secara natural pengen jadi pemenang dalam survival of the fittest. Yang selalu ingin percaya, bahwa mereka berbeda dengan makhluk2 lain. Dan yang lebih parah lagi, yang selalu menganggap bahwa dirinya, kelompoknya, agamanya adalah yang terbaik, titik tanpa ada komanya. Aku punya usul bagaimana kalau kita mencari Tuhan baru”
Allah : “ Tuhan baru…????, apa maksudmu.???”
Allah terhenyak mendengar penuturan YHWH.
YHWH : “ Ya, Tuhan baru, per definisi sekaligus per materi. Tuhan baru yang tidak terkait dengan agama dan kepercayaan. Tuhan semua makhluk yang tidak pilih kasih dan juga tidak bodoh. Tuhan yang bisa dijelaskan oleh makrokosmos. Tuhan yang tidak bisa dikrangkeng oleh kitab suci. Tuhan yang bukan diciptakan manusia, tetapi yang benar2 Tuhan, bisa dibuktikan lewat metode ilmiah.”
Syiwa : “ Ah, itu proyek terlalu ambisius. Manusia di bumi kan sudah mencoba itu, tetapi karena teknologi belum memungkinkan, lagi2 karena kebodohan manusia, mereka masih celingak celinguk melihat alam semesta yang masih misterius ini. Tapi gue salut juga itu, mencari itu lebih gue hargai daripada taklid buta atas dogma2 agama.”
Allah : “ Gue setuju juga sih, biarlah manusia2 itu memahami alam semesta dulu, sampai mereka sadar kelemahan2 yang ada dalam agama dan ideologi mereka. Biarkan mereka mencari Tuhan dengan akal, karena Tuhan dengan iman itu kan tidak usah dicari. Kalau sudah iman, semuanya sudah titik. Kita ini, para tuhan2, mari kita juga mencari Tuhan.”
Wishnu : “ Sepakat gue, daripada kita ongkang2 dan bermain di surga, mending kita juga mencari Tuhan yang benar2 Tuhan. Bukan mencari sih sebenarnya, tetapi membuktikan dengan meyakinkan, bukan dengan bukti sekunder.”
Allah : “ Walau gue yakin Tuhan itu ada, walau tidak ada bukti primer empirisnya, kita harus fair dalam hal ini, kalau memang buktinya suatu saat nanti tidak ada, ya kita harus terima itu dengan legowo. Jangan terlalu mempengaruhi hasil, kita harus menerima hasil apapun dari pencarian kita.”
YHWH : “ Kayaknya kita perlu mengeluarkan komunike bersama, aku usul supaya minggu depan kita mengadakan sidang pleno surga. Bagaimana..?”
“ Sepakaattttttt…!!!!!” Serempak mereka menyetujui usul itu. Sementara hari sudah mulai gelap, semburat cahaya mentari masih sedikit menyisakan hangat bagi makhluk2 surga.
Amsterdam, sambil menunggu buka puasa