Archive for January, 2006

Dikejar2 surga, ditolak neraka

Tuesday, January 24th, 2006

Surga sedang sedih, dirinya telah mendapat perintah yang sama sekali tidak dimengertinya. Karena menurut juklak yang telah diturunkan itu, dirinya harus membuka pintu untuk manusia2 yang mengakui adanya Tuhan. Siapapun yang tidak mengakui adanya Tuhan akan dikecualikan dari surga, atau gampangnya dimasukkan neraka. Bagi yang berbuat jahat tetapi yang masih beragama dan bertuhan, tetap saja akhirnya surga harus membuka pintunya buat orang2 seperti itu, setelah digebukin dan dipanggang habis2an di neraka tentunya. Itulah arti dan untungnya sebuah keimanan, begitu bilangnya juklak yang diterima surga.

Selama ini surga sering menganggur, dan dalam menganggurnya itu dia sering ngobrol sama salah satu penjaga setianya, Ridwan. Ridwan yang sudah berambut putih ini adalah penjaga surga yang dikirimkan oleh orang2 Islam. Ridwan orangya murah senyum, penuh arti, dan kalau surga bilang cukup charming juga. Ridwan adalah seseorang yang punya empati tinggi kepada permasalahan orang lain.

“Mas Ridwan, piye to.., aku bingung iki, masak to orang2 yang menurutku sangat baik, begitu damai kalau dipandang dan dirasakan, menurut juklak yang kuterima ini tidak bisa masuk surga, simply karena dia tidak beragama atau agamanya bukan Islam.”

“ Lha yang sampeyan maksud itu sopo..?”

“ Banyak Mas Ridwan, lha wong kalau didaftar bisa mencapai jutaan bahkan milyardan jhe. Aku jadi bingung ini, piye to..?, pokoke aku pusing wis.”

“Gitu aja koq repot, ya tinggal ikutin juklak aja to Jeng. “

“Lha aku juga gak mau repot Mas Ridwan, tetapi kalau melihat track record mereka selama mereka di dunia, banyak dari mereka ini yang sangat layak jadi penghuni di sini. Masak to gara2 mereka beda agama dan ideologi saja harus menerima diskriminasi yang implikasinya sangat jauh. Karena surga dan neraka itu bedanya jauh sekali lho, antara kebahagiaan terus menerus dan penderitaan terus menerus. “

“Jeng Surga ini memang bandel, kalau juklaknya gitu ya harus dituruti, daripada sampeyan ntar kehilangan privilege sebagai tempat yang paling diinginkan oleh mayoritas makhluk, lho kan tambah berabe. Mending nyari amannya saja deh.”

Surga mengerutkan keningnya, ini permasalahan koq jadi tambah kompleks pikirnya. Konsekuensi logis dari pembangkangan terhadap juklak memang jelas, bisa2 dicabutlah semua hak2nya yang selama ini dinikmatinya. Setelah beberapa saat berpikir, dia mengambil buku besar data base manusia. Satu per satu dibukanya lembaran itu, karena dia memang mau menunjukkan kepada Ridwan apa yang dia maksud. Data base itu didasarkan atas huruf abjad latin, untuk lebih memudahkan pencarian saja sebenarnya.

Pada halaman awal buku besar itu mata surga terpancang pada nama2 besar yang sudah tidak asing lagi malang melintang di dunia pikir dan tanduk manusia. Ada Albert Einstein, Aristoteles, Amartya Sen, Armstrong (Karen Armstrong lengkapnya), dan bejibun nama lain yang menurut surga tidak pantas masuk neraka, walaupun jelas mereka tidak agamis, bisa dibilang lebih spiritualis dan rasionalis.

“Lha ini Mas Ridwan, nama2 seperti ini lho, yang bagiku koq kasian sekali ya kalau masuk neraka, ini baru di abjad A lho Mas. Di abjad2 lain ada nama2 Mohandas Karamchand Gandhi, John Lennon, Marthin Luther King, Bunda Theresa, Da Vinci, Blaise Pascal, Romo Mangun, dsb dsb. Jujur Mas Ridwan, aku sangat mendambakan mereka menjadi penghuni di sini, mereka telah berjuang keras dengan segala jiwa raga mereka untuk dunia yang lebih baik. Lha banyak diantara mereka ini sumbangsihnya terhadap kemanusiaan jelas lebih bagus daripada orang2 berpeci tapi dungu, atau yang adzan tiap hari tapi tirani, yang sholat tiap hari tapi juga korupsi, atau yang bertuhan tapi tak manusiawi. Sekali lagi jujur ya Mas Ridwan, saya jijik dihuni orang2 bernurani munafik seperti itu. “

“ Hauuhahahaa.. hauahahahahaha…….., jeng jeng…”

Ridwan tertawa terbahak2.

“ Jeng, begini lho, lha kalau sampeyan tidak mengikuti juklak, terus neraka juga tidak mengikuti juklak, akan jadi apa institusi surga dan neraka ini. Bisa carut marut peta percaturan akhirat ntar. Eh sebentar2, saya ada telpon dari Malik.”

Suara handphone berdering, Ridwan segera membukanya.

“Ridwan speaking, how may I help you..?”

“ Haha….nyombong lo Ridwan, pakai bahasa Inggris2an segala. Lo TOEFL aja gak lulus gaya lo.”

“Eh, saudaraku Malik. Kirain siapa, ada apa nih, ada yang bisa dibanting, eh ada yang bisa dibantu..?”

“ Ngomong2 begini saudara Ridwan, aku membutuhkan bantuanmu untuk mendapatkan data base manusia yang masuk surga, sekedar cross check, soalnya sering terjadi ada satu orang yang masuk di daftar surga dan neraka sekaligus. Aku tidak tahu penyebabnya, mungkin jaringan komputer akhirat sedang ada masalah.”

“ Oh gampang saudara Malik, kebetulan aku sedang ngobrol dengan Jeng Surga ini, akan secepatnya saya kirimkan data2 itu lewat email. Emailmu masih yang lama kan..?”

“ Ya betul, aku masih pakai email yang lama, storagenya gede jadi sangat nyaman untuk menyimpan data juga. Ok kalau gitu terima kasih, hampir habis pulsa nih, sampai ketemu lagi dalam gelombang yang sama. Assalamu alaykum.”

“ Waalaykum salam warahmatullah.”

Setelah selesai menerima telpon, Ridwan segera menghadap ke arah surga lagi.

“ Maaf Jeng, ada intermezzo tadi, jadi……, sekarang tergantung jeng sendiri, mau gimana, saya sih manut dan monggo kerso saja. Saya hanya dapat tugas menjaga, selanjutnya terserah anda jeng.”

Surga kelihatan berpikir keras, di saat2 seperti ini dia biasanya akan juga berkonsultasi dengan neraka. Hhmmm, neraka memang keras kepala, surga tahu benar itu. Tetapi seperti biasanya, neraka itu idealis, yang walaupun kerjaannya menyiksa orang, tetapi itu tak lebih karena kejahatan yang mereka lakukan benar2 kejahatan yang datang dari hati nurani, bukan karena ketidak tahuan, kebodohan, ataupun keterpaksaan. Sekejap surga mengeluarkan HP Nokia nya.

“ Kang Neraka, aku butuh konsultasi nih, bisa datang sekarang gak..?”

“ Oh tenang dinda surga, aku lagi gak ada hal2 penting, aku segera kesana.”

Beberapa menit kemudian, neraka datang. Neraka berpakaian hitam2, berambut gondrong, dan penuh bekas2 luka disana sini.

“ Ada apa dinda surga, sepertinya penting sekali.”

“ Begini Kang Neraka, aku merasa tidak adil kalau orang2 yang banyak berjasa buat manusia dan kemanusiannya ini dimasukkan ke neraka, hanya karena mereka tidak mengakui Allah sebagai tuhan mereka, atau hanya karena mereka tidak percaya adanya Tuhan.”

“ Hhmm, kebetulan sekali dinda surga, aku juga akan menolak mereka masuk ke wilayahku. Mereka tidak patut untuk menerima pembalasan jelek atas perilaku baik mereka. Karena aku tidak perduli apapun agama atau ideology seseorang asalkan dia mampu berarti demi perdamaian dan cinta, bagiku dia patut untuk menikmati kenikmatan surgamu dinda.”

“ Terus tentang juklak itu bagaimana Kang Neraka, kan peraturannya di sana tidak bilang seperti itu.”

“Rasanya kali ini kita musti protes sama tuhan, atau kadang2 aku berpikir apa benar ini juklak dari tuhan, rasa2nya goblog banget tuhan kalau bikin juklak ngawur kayak gini.”

Ridwan angkat bicara “ Begini saja, kita lihat data base manusia saja. Dan kita pilah2 mana yang menurut juklak masuk neraka, tetapi seharusnya tidak patut masuk neraka.”

Neraka langsung menyahuti “ Gandhi jelas aku gak mau klo dia masuk neraka. Mahavira yang pendiri Jainisme itu aku juga gak mau, walaupun dia gak percaya Tuhan. Sidharta aku juga gak mau memasukkannya ke wilayahku, walaupun dia berpendapat bahwa tuhan tidak bisa membantu pencerahan manusia. Aristoteles gak mau, walaupun dia berpendapat tuhan hanyalah ciptaan manusia belaka, Plato, Socrates, Vivekananda, Romo Mangun, Romo Frans Magnis, Paus Paulus Yohanes II, Bunda Theresa, Maimonides, wah banyak lagi, biar aku lihat data basenya dulu, besok aku serahkan daftar orang2 yang aku tolak masuk wilayahku.”

“ Kang Neraka, dari daftar yang kau tolak masuk wilayahmu, aku akan dengan senang hati menerima mereka dalam wilayah surgaku. “

Sementara Ridwan masih mengangguk2 atas kejadian revolusioner yang dicetuskan surga dan neraka tadi, panggung akhirat masih merona terwarnai nebula2 kosmik.

PS : Ridwan dalam kepercayaan Islam adalah malaikat yg menjaga surga, dan Malik yang menjaga Neraka, begitulah kata guru madrasah saya dulu.

Lihatlah Muhammad dan umatnya

Thursday, January 12th, 2006

Lihatlah Muhammad
Masjid dikencingi orang Badui
Dia tersenyum memaklumi
Padahal kalau dia menghendaki
Dicincangnya Badui seperti adonan bakso sapi

Lihatlah Muhammad
Dipersilahkannya Masjid Nabawi
Dijadikan tempat misa umat Kristiani
Dijamunya tamu itu sepenuh hati
Demi kedamaian hakiki

Lihatlah Muhammad
Bersahabat dengan Nasrani dan Yahudi
Seperti tangan kanan dan tangan kiri
Dalam sistem hukum yang manusiawi
Selama tanpa pengkhianatan yang merusak sendi

Lihatlah umatnya
Mengucapkan Selamat Natal saja dianggap hina
Menganggap sosialisme dan komunisme sama seperti neraka
Yang berbeda pandangan dianggap sakit jiwa
Diobrak2 dengan fatwa dan kekerasan massa
Penindasan atas nama Pancasila

Lihatlah umatnya
Masjid dijadikan kuburan
Hanya dibuka untuk sembahyang
Dibangun dari mengemis di pinggir jalan
Mendirikan rumah Tuhan walau sejatinya meruntuhkan

Lihatlah umatnya
Picik beragama
Karena semakin bodoh maka semakin percaya
Jumud pada norma dan dogma
Merasa saleh dengan jubah dan peci di kepala
Dan gelar haji di depan nama

Lihatlah Muhammad dan umatnya
Muhammad menangis
Umatnya tertawa
Muhammad meringis
Umatnya foya2
Muhammad reformis
Umatnya statis
Muhammad pragmatis
Umatnya fundamentalis

Di Pengadilan Akhirat
Muhammad akan menuntut umatnya
Yang sangat dicintainya

Guerra es Terrorismo*

Tuesday, January 10th, 2006

Awal abad musuh itu bernama illiterasi
Dipoles indah oleh kolonialis dan imperialis sejati
Pertengahan abad musuh itu bernama fasisme dan Nazi
Dibungkus rapi oleh Hitler dan Musollini
Menjelang akhir abad musuh itu bernama komunis
Dipenetrasikan dalam vagina proletar yang meringis2
Abad baru musuh itu bernama teroris dan kapitalis
Menggunakan agama dan tata dunia untuk tujuan bengis

Perang, perang, dan perang
Semakin sedikitkah manusia yang bisa berpikir matang
Orang2 baik dicaci dan dibunuhi
Marthin Luther King, Munir, Lennon, Gandhi
Dan banyak lagi yg masih dalam daftar antri

Utara dan Selatan
Barat dan Timur
Sosialis dan Kapitalis
Liberalis dan Confusianis
Teokrasi dan Demokrasi
Sering terjebak dalam segregasi
Tak jarang melupakan substansi

Camkan
Siapapun yang mengobarkan perang adalah teroris
Siapapun yang menindas makhluk adalah teroris
Siapapun yang dikalahkan nafsu adalah teroris
Dibalik jubah agama, ideology, ataupun Negara
Makhluk tanpa cinta tak patut lagi menghuni dunia

* : War is Terrorism (Spanish) instead of Guerra al terrorismo (war on terrorism)