Archive for November, 2006

Bunda (song for my mom)

Saturday, November 25th, 2006

E m C G D
Hangatmu yang memelukku mengerti aku kan kasihmu
Em C G D
Tangismu yang melepasku sedalam itu melodimu

Reff :
Am Em D G
Derap cinta yang penuh makna
Am Em D Em
Menjadi menara di langit jingga
Am Em D G
Bagai rona pagi sang mentari
Am Em D Em
Menjemput bumi terbang tinggi

Em C G D
Auramu iringi aku jiwa ragamu sejukkanku
Em C G D
Anakmu tak akan mampu membalas itu oh bundaku

Reff:
Am Em D G
Derap cinta yang penuh makna
Am Em D Em
Menjadi menara di langit jingga
Am Em D G
Bagai rona pagi sang mentari
Am Em D Em
Menjemput bumi terbang tinggi

Reff 2 :
C Am
Mimpi…..Hari
F G 2X
Ma’rifatnya Seluruh Hati

Agama

Tuesday, November 21st, 2006

Agama adalah kepercayaan manusia yang belum mengerti
Agama adalah alat paling gampang buat para politisi
Agama adalah tertawaan pemikir sejati

Sayangnya…….
Mayoritas manusia masih butuh agama
Adalah tugas ilmu pengetahuan membasmi agama
Bukan tugas penguasa ataupun para atheis jumawa
Agama hilang dengan sendirinya bila semua sadar semesta

Agama adalah candu buat manusia biasa
Agama adalah madu buat para penguasa
Agama adalah dungu buat setiap ‘Budha’*

Celakanya….
Mayoritas pemeluk agama kurang dewasa
Menganggap agamanya superior dibanding lainnya
Ujung-ujungnya perang tak ada hentinya

Agama Pagan adalah agama ketidaktahuan
Agama Abraham adalah agama kebodohan
Agama bumi adalah agama mati
Agama refleksi adalah agama sejati

Akhirnya….
Manusialah yang menciptakan agama
Manusia pulalah yang akan menghapusnya
Mungkin tidak sekarang, tapi suatu saat pasti terjadinya
Karena Tuhan, kalau dia ada, tak akan pernah menciptakan agama
Kalau dia tidak ada, tentunya agama tak lebih sekedar imajinasi kreatif manusia

Peace & Love,

Amin

* =Manusia-manusia tercerahkan (menurut definisi tercerahkannya Kant)

Testimoni Seorang Romo : Dirikanlah Negara Islam…..

Tuesday, November 21st, 2006

Dirikanlah Negara Islam
Hayo Dirikan Negara Islam
Segera Dirikan Negara Islam

Tapi….
Pastikan dulu gereja bebas didirikan
Pastikan dulu FPI dan FBR dikandangkan
Pastikan dulu penindasan minoritas berhenti
Pastikan dulu pemimpin umat dipenggal kalau korupsi
Pastikan dulu fakir miskin dan anak terlantar diurusi
Pastikan dulu Ahmadiyah dibiarkan hidup dan berkembang
Pastikan dulu kaum homoseksual dipenuhi haknya
Pastikan dulu wanita2 kami tak harus memakai jilbab
Pastikan dulu kesempatan politik dan ekonomi merata
Pastikan dulu umat Islam baik pendidikannya
Pastikan dulu mayoritas umat Islam sejahtera

Setelah itu…
Dirikanlah negara Islam yang rahmatallil alamin
Kami umat Katolik siap menjadi makmum yang setia
Karena toch kami minoritas adanya
Kami tak akan menyebarkan agama
Karena agama kami toch tak lebih bagus dari Islam anda
Tapi perlu diingat wahai saudara
Bahwa kaum miskin memeluk Katolik bukan karena baiknya Katolik kita
Tapi karena pelayanan saudara Islam yang tak pernah menyentuh mereka
Bagaimana anda mau ngurus negara, ngurus mereka saja tidak bisa

Hayo dirikan negara Islam Kita
Hukum Islam Anda adalah Hukum Islam Kita
Asal hasilnya Adil dan Sejahtera
Bukan hanya jargon pemilu belaka
Bukan pula hanya sekedar alasan untuk berkuasa

Amsterdam, berdasarkan kisah nyata

Tangisan Demokrasi

Sunday, November 19th, 2006

Di sini
Negeri tulip mahkota musim semi
Yang katanya juara demokrasi sejati
Burka dilarang di seluruh negeri
Prestasi memalukan patut kutangisi

Mereka membunuhku
Demokrasi mereka sudah mulai ambigu
Melegitimasi represi minoritas atas nama integrasi semu

Disini mereka melarang burka Islami
Disana rame-rame melarang pornografi
Disini membangun masjid dibatasi
Disana membangun gereja dikebiri
Disini menjadi Islam dicurigai
Disana memeluk Ahmadiyah diludahi

Apa bedanya Islam dungu dan demokrasi semu
Apa bedanya Islam konservatif dan Liberal Rasis
Apa bedanya Timur yang bodoh dan Barat yang ceroboh
Apa bedanya ………….!!!!!

Mereka sama-sama anti demokrasi
Berkedok apapun ternyata fasis sejati

Amsterdam, 20 November 2006
(Menyayangkan sikap Belanda yang mulai rasis dan anti demokrasi dengan melarang burka)

ESQ..? please deh…

Tuesday, November 7th, 2006

Aku datang dengan harapan
siapa tahu umat Islam tambah kedewasaan
Aku datang penuh kebahagiaan
semoga saudaraku semakin sadar alam

3 hari ESQ diberikan
tiada hari tanpa tangisan
mata-mata yang sampai benjol nangis kebanyakan
sementara sang mentor tertawa-tawa di belakang
Mas Ary GInanjar merangkulku penuh keyakinan
menyuruhku semakin mendalami semesta Tuhan
dan ikut menangis seperti bayi kurang makan

Psikologi Massa yang salah sasaran
para peserta larut dalam pengkondisian
Kesadaran akan semesta yang terlalu instan
Yang didapatkan hanyalah semunya kesadaran

Einstein, Hawking, Heisenberg
ilmuwan yang dijadikan acuan keimanan
tidakkah mentor2 ESQ membaca lebih dalam
para cerdik pandai itu tak percaya agama apalagi Islam
agama adalah alat peradaban yang terlalu sering disalahgunakan

Saudaraku yang membayar jutaan
semua ini penuh tipu dan khayalan
ujung-ujungnya selalu hanyalah uang
dibungkus indah pun tetap kelihatan

Kalau engkau mau belajar semesta
dan apakah Tuhan memang menciptakannya
seperti yang kita percayai dalam agama
jangan percaya dengan hanya ‘katanya’
bacalah tulisan-tulisan Einstein
bacalah tulisan-tulisan Hawking
bacalah tulisan-tulisan Heisenberg
bacalah sendiri
renungi sendiri
berpikir sendiri
kau tak butuh I ES Ki………

Pleonasme Untuk Adik Kecilku

Sunday, November 5th, 2006

Adik kecilku
Beringin itu berdaun lagi
Dengan gandaruwo2 ganas
Dibantu manusia2 berpeci
Membuat bumi semakin panas

Adik kecilku
Beringin itu bergoyang lagi
Penghuninya dipuja karena materi
Bangsa ini sudah menuju mati
Jika kebangsatan bangsa ini tak segera diakhiri

Ketika Keadilan Sejahtera
Sudah berzina dengan setan2 istana
Jangan berharap bangsa ini akan merdeka
Apalagi lahir batin bahagia

Bisakah engkau membedakannya
Antara pembela rakyat dan pembela syahwat
Antara penyelamat bangsa dan tikus durjana
Antara Iblis dan Ulama

Adik kecilku yang tidur dalam dinginnya gerimis
Jangan menangis
Tidak ada gunanya meratapi perbuatan iblis
Jangan menangis
Mereka tidak akan memberimu roti kismis
Jangan menangis
Perut gembung mereka tak akan juga kempis
Jangan bunuh diri
Jika engkau tak bisa membeli handphone dan atau pergi ke Mc Di
Jangan patah hati
Jika biaya sekolah dan harga buku terlalu tinggi

Adik kecilku yang di kolong jembatan berbau tai
yang makan sehari sekali dengan nasi yang hampir basi
Jangan kau tiru pecundang yang menang dalam pemilu negeri
Yang menghabiskan trilyunan untuk plesiran dan kesana kemari

Adik kecilku yang belajar beratap langit memerah
Jangan menyerah
Lawanlah penindas dengan gagah
Lawanlah Negara yang menyengsarakan ummah
Bangsa ini ada di tangan kecilmu yang mengais sampah

Tertanda,

Kakakmu yang belum bisa menolongmu

Kredo

Saturday, November 4th, 2006

Goresanku Adalah Baktiku

Disana Aku Hidup dan Mati