Cintai Perbedaan, Tebarkan Kasih
Sunday, December 24th, 2006Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Muhammad mempersilahkan pendeta Kristen misa di masjid
Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Pendeta Yerusalem mempersilahkan Umar bin Khatab sholat di gereja
Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Panglima Chengho menyatukan pemeluk Islam, Konghucu, dan Kristen di satu tempat sembahyang
Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Mahatma Gandhi sampai meregang nyawa membela umat Islam India
Dan jangan juga lupa saudaraku,
Ketika Bunda Theresa berpeluh berdarah merawat kaum miskin Hindu paria
Kasih Yesus tak berbatas
Rahmatallil alamin Islam tak menuntut balas
Damai Sidharta menembus kerasnya cadas
Tri Hita Karana Hindu menyatukan segala paras
Tapi Kenapa darah masih terus tercecer
Kenapa pedang masih terus terhunus
Kenapa moncong bedil masih terus tegak
Kenapa airmata masih terus menetes
Damaikan hatimu saudaraku
Karena damai di hati, damai pula di bumi
Jangan mencari jalan menuju damai
Karena damai adalah satu-satunya jalan
Tidak ada petunjuk menuju cinta
Karena cinta itu adalah satu-satunya petunjuk
Cintailah Tuhanmu dengan sepenuh hati
Karena Tuhan adalah Cinta itu sendiri
Engkau dan aku satu
Kita dan Mereka sama
Bersatu dalam Cinta Sejati Anak Manusia