Archive for December, 2006

Cintai Perbedaan, Tebarkan Kasih

Sunday, December 24th, 2006

Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Muhammad mempersilahkan pendeta Kristen misa di masjid

Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Pendeta Yerusalem mempersilahkan Umar bin Khatab sholat di gereja

Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Panglima Chengho menyatukan pemeluk Islam, Konghucu, dan Kristen di satu tempat sembahyang

Ingatkah engkau saudaraku,
Ketika Mahatma Gandhi sampai meregang nyawa membela umat Islam India

Dan jangan juga lupa saudaraku,
Ketika Bunda Theresa berpeluh berdarah merawat kaum miskin Hindu paria

Kasih Yesus tak berbatas
Rahmatallil alamin Islam tak menuntut balas
Damai Sidharta menembus kerasnya cadas
Tri Hita Karana Hindu menyatukan segala paras

Tapi Kenapa darah masih terus tercecer
Kenapa pedang masih terus terhunus
Kenapa moncong bedil masih terus tegak
Kenapa airmata masih terus menetes
Damaikan hatimu saudaraku
Karena damai di hati, damai pula di bumi

Jangan mencari jalan menuju damai
Karena damai adalah satu-satunya jalan

Tidak ada petunjuk menuju cinta
Karena cinta itu adalah satu-satunya petunjuk

Cintailah Tuhanmu dengan sepenuh hati
Karena Tuhan adalah Cinta itu sendiri

Engkau dan aku satu
Kita dan Mereka sama
Bersatu dalam Cinta Sejati Anak Manusia

Women On Top (Untuk Para Lelaki)

Wednesday, December 13th, 2006

Para Lelaki Semuanya
Pernah Anda merasakannya…?
Ah enaknya tiada tara
Diam saja tapi nikmat luar biasa
Usaha sedikit banyak hasilnya

Tahun 2010 adalah awal mimpinya
Rapat PBB dipenuhi oleh presiden wanita
Yulia Timoshenko, , Ellen Serleaf, Indira
Arroyo, Megawati, Khaleda Zia
Suu Kyi, Michell Bachelete, Tarja Harlonen
Angela Merkhel, Hillary Clinton, Royal Segolene

Tentu mereka bisa saja gagal
Konservatifnya bisa saja tak masuk akal
Beberapa juga ada yg terlalu binal
Tapi pemimpin laki-laki jauh lebih banyak yg gagal total
Jadi, laki-laki saatnya membuka portal

Nah sekaranglah momentumnya
Biarkan wanita memimpin peradaban dunia
Lelaki boleh juga, tapi jadi minoritas saja
Saatnya Saudi Arabia dipimpin Ratu Jelita
Saatnya Vatican dipimpin Paus Wanita
Saatnya Iran dipimpin presiden wanita
Saatnya Syekh Al-Azhar berjilbab saja
Saatnya Bunda yg di Surga bukannya Bapa
Saatnya Imam Besar Mekkah wanita juga
Saatnya Sekjen PBB cantik dan menggoda
Tujuan akhirnya tentu benar-benar setara
Tapi saat ini, wanita harus keluar dari kandangnya
Mengejar ketertinggalan dalam percaturan kuasa

Laki-laki jangan ikut sprint juga
Tunggu dulu tak ada salahnya
Nantinya toh akan lari bersama-sama

Tips Poligami Ala Aa’ Gym

Saturday, December 2nd, 2006

Wahai para kiai dan ulama
Wahai para pejabat dan umara
Wahai para jutawan dan hartawan
Wahai para laki-laki dengan nafsu belingsatan

Kalau mau poligami
Jangan dengan gadis imut-imut dari Sukabumi
Atau penyanyi dangdut karbitan tapi tubuhnya seksi
Apalagi gadis desa yang pergi ke pondok menjadi santri

Lihatlah diriku
Janda beranak tiga yang kuburu
Walaupun kukawini sebenarnya karena nafsu
Mantan model lho, tua dikit tapi kan servisnya seru
Tapi setidaknya anak-anaknya janda ikut kubantu

Poligami itu sunnah Rasul katanya
Ah, itu mah bohong belaka
Tak lebih dari sekedar nafsu semata
Untung-untungnya dilegitimasi agama
Istri pertama tak rela, ya kucerai saja
Lama-lama pasti keder juga
Lalu bilang bahwa dimadu sukarela

Lihatlah diriku
Poligami tapi dengan tipe tertentu
Bukan seperti kiai-kiai yang tak tahu malu
Atau pejabat-pejabat yang pelernya tegak selalu
Atau para jutawan yang membeli kegadisan dengan doku

Poligami itu indah katanya
Iya kalau anda kaya seperti saya
Atau terkenal baik hati seperti saya
Atau tersohor melindungi wanita seperti saya
Atau kuatnya ngalahin Ma’ Erot seperti saya

Poligami boleh hanya jika
Daya tawar laki-laki dan perempuan benar-benar sama

Salam Grrreennngg,

Aa’ Gym