Dog Bless America
Wednesday, January 31st, 2007Jam 4 malam, kota Washington masih diselimuti kabut tipis. Sebagian besar penghuninya masih terlelap tidur. George Washington (GW) pun masih ngorok di tempat tidurnya. Sementara Thomas Paine (TP) tidur di kamar sebelahnya, sedangkan Thomas Jefferson (TJ) tidur di ruang tamu. GW dan TP tinggal serumah, malam ini TJ nginep di tempat mereka.
‘Oooh, Aaah, No…No….Oh No…Gak Mungkin…Jangan…Jangan..’
Tiba-tiba GW berteriak-teriak seperti orang kesurupan dalam tidurnya. TP yang tidur di kamar sebelah langsung terbangun, sambil bersungut-sungut sebel karena masih ngantuk, TP datang menghampiri GW, dan segera membangunkannya. Kepalanya digoyang-goyang oleh TP, tapi karena tidak juga bangun tersadar, diambilnya bantal dan dipukul-pukulkannya ke kepala GW.
TP : ‘George, bangun bangun bangun. Udah ngorok, ngelindur pula. Dasar..!!!’
GW menggeliat-geliat mulai bangun. Setelah agak lama duduk di tempat tidurnya, GW mulai sadar kalau dia baru saja mimpi buruk. Dan TP masih duduk dengan muka bete tak jauh darinya.
GW : ‘ Sorry..sorry Thomas. Gue bangunin lo lagi, kagak tau nih. Beberapa hari terakhir ini gue ngimpi yang jelek-jelek mulu. Gue ngimpi negara kita ini jadi seperti negara barbar. Semua orang saling berbunuhan karena berbeda pendapat atas hal-hal yang sepele. Kerusakan dimana-mana. Malah gue dikejar-kejar mau dibunuh karena gue gak mau ke gereja. Ini mimpi ketiga gue berturut-turut. Maaf ya Thomas, mbangunin kamu lagi.’
TP : ‘ Tai lo, makanya kalau mo tidur jangan mikir macem-macem. Tambah deh penyakit lo, dulunya cuman ngorok, sekarang tiap malem ngelindur. ‘
GW : ‘ Tapi ini bukan mimpi biasa, masak mimpi yang sama terjadi tiga hari berturut-turut.’
TP : ‘ Ya sudah, besok siang kita bicarakan. Gue mo tidur lagi ah, gue kan libur kerja besok. Bisa mbangkong hehehe…’
TP segera pergi ke kamarnya lagi, sementara GW masih tercenung mencoba mereka-reka arti mimpinya. GW sudah susah memejamkan matanya lagi, maka sembari menunggu siang dia main PS. Berjam-jam main PS sampai bosen, GW akhirnya mengambil koran pagi dan dibacanya.
Sekitar jam 11, TJ bangun. Tak lama kemudian TP pun bangun. Mendengar kawan-kawannya sudah bangun, GW segera berjingkat menyambut mereka.
GW : ‘ Hey bro, sepertinya mimpi buruk gue kagak cuman mimpi biasa. Lihat ini Bush Jr. bilang di koran “Atheis tidak bisa digolongkan sebagai warga negara. Karena bangsa ini adalah bangsa dibawah Tuhan”. Gue sebagai atheis sepertinya memang akan disingkirkan dari negara yang susah payah gue dirikan.’
TP : ‘ George, itu bukan hanya dalam mimpi burukmu. Itu akan benar-benar terjadi di negeri yang susah payah kita dirikan ini. Fundamentalisme Kristen telah merasuk ke sendi-sendi bernegara, dan telah berselingkuh dengan kekuasaan. Jika ini terus berlanjut, akhir dari kejayaan bangsa Amerika sudah dekat. Dan itu mah kagak ada apa-apanya. Lo dah tahu belum kalau anak-anak akan diajari bahwa bumi itu datar bukannya bulat, anak-anak akan diajari bahwa yang membuat benda jatuh ke bumi adalah keinginan tuhan bukannya gravitasi. Anak-anak akan diajari bahwa evolusi adalah khayalan belaka, semua hal di bumi ini diciptakan dengan desain oleh Tuhan. Bumi berumur 6000 tahun bukannya milyaran tahun. ‘
GW langsung melongo, sementara TJ masih asyik mengoles rotinya dengan selai tapi mendengarkan percakapan kedua temannya dengan seksama.
TJ : ‘ Nah tuh kan, udah gue bilang dari dulu. Kristen adalah agama paling disalahgunakan sepanjang sejarah manusia. Dan sekarang terjadi lagi, setelah ratusan tahun menjadi sumber bencana. Gue mah kagak percaya Tuhan versi Kristen. Karena jikapun ada Tuhan, dia pastilah lebih setuju manusia yang berpikir daripada yang taat buta seperti umat Kristen yang ada di Amerika sekarang ini. ‘
TP : ‘ Makanya John Adam bilang kalau sebaik-baik dunia jika dunia ini tanpa agama. ‘
TJ : ‘Apalagi bicara tentang adanya jiwa, malaikat, tuhan. Semuanya imaterial. Membicarakan hal itu sama dengan bilang bahwa tidak ada itu jiwa, malaikat, atau tuhan. Aku tidak bisa berlogika sebaliknya, tanpa harus berfantasi dan bermimpi. Aku tidak bisa berlogika tanpa ada bukti.’
GW : ‘Hah, aku ada ide. Bangsa Besar di Ambang Kehancuran. Sepertinya aku akan menulis artikel dengan judul itu di New York Times.’
TP : ‘ Kita tapi masih bisa berharap kawan-kawan. Semoga penyelamat-penyelamat segera bertaburan di Amerika Serikat ini. Jika tidak, bangsa paling perkasa abad 20 dan 21 akan menjadi bangsa pecundang di abad-abad selanjutnya. Karena bangsa manapun yang meninggalkan dan menentang ilmu pengetahuan, akan menemui ajalnya sendiri.’
TJ : ‘Ya sepakat, bangsa Yunani menemui kematiannya setelah Universitas Athena yang terkenal oleh filosof-filosofnya yang termasyhur itu ditutup. Bangsa-bangsa Islam memulai jaman kegelapannya sendiri ketika mereka meninggalkan rasio dan ilmu pengetahuan di abad 12. Dan bangsa Amerika pun akan begitu, menggali kuburannya sendiri ketika mendewakan teks-teks agama dan meninggalkan ilmu pengetahuan. Gue setuju harus ada penyelamat, Tapi penyelamat-penyelamat itu bukanlah nabi ato bahkan Yesus sendiri yang akan datang ke bumi, takhayul yang dijadikan pegangan.’
GW : ‘ Lho kenapa memangnya kalau ada nabi baru, mungkin nabinya lebih baik daripada nabi-nabi sebelumnya..?’
TP : ‘ Ah, kayak dirimu tidak tahu saja George, nabi-nabi adalah penipu profesional. Mereka adalah penipu yang berhasil, kalau mereka gagal, nasib mereka akan sama seperti para dukun ato sejenisnya.’
GW : ‘Memang sih, tapi kalian tahu nggak, gue pikir Kristen ini dalam sejarah jauh lebih parah daripada Islam. Korban dari fundamentalisme Kristen jauh lebih banyak daripada fundamentalisme Islam. ’
TJ : ‘ Ah tidak juga George, dua agama terbesar ini adalah agama terkorup sepanjang sejarah, tau lo kenapa dua agama ini banyak pengikutnya…?. Karena dua agama ini mendasarkan ajarannya pada ancaman neraka bagi yang tidak mempercayainya, sehingga turun temurun akan semakin banyak manusia termakan ancaman itu. Belum lagi ditambah usaha mereka untuk menarik orang luar untuk masuk menjadi bagian dari agama Kristen dan Islam. Tidak ada agama lain yang sangat aktif merayu atau memaksa orang memeluknya selain Islam dan Kristen. ’
TP : ‘ Sebentar, sebentar. Ada hal yang tidak kumengerti dari koran yang kau baca itu George, bisakah orang dari kalangan elit yang berpendidikan tinggi seperti Bush Jr. terjebak dalam fundamentalisme seperti itu. Jangan-jangan dia seperti Bill Clinton, yang walaupun bukan benar-benar orang Kristen tapi demi politik setiap minggu pergi ke gereja.’
GW : ‘ Memang, jangan kau pernah percaya kalau Bush Jr. ini benar-benar Kristen, dia hanya memanfaatkan Kristen untuk kepentingan politik. Dan pada dasarnya kita semua sama, presiden Amerika dari pertama Amerika berdiri sampai sekarang, terpaksa harus beragama demi kepentingan politik. Dan aku rasa itu harus dirubah, kita harus kembali ke semangat awal bahwa negara ini adalah negara sekuler. Orang jujur dan pekerja keras, bisa datang dari Asia, Afrika, atau Eropa. Mereka bisa saja Muslim, Yahudi, Kristen, atau atheis. Dan aku yakin bahwa ilmu pengetahuan adalah sumber kebahagiaan yang utama dan harus mendapatkan perhatian utama dalam masyarakat, bukan agama atau ideologi tertentu.’
TP : ‘Seharusnya semua orang punya slogan ini dalam hidup mereka. Dunia adalah negaraku, kebaikan adalah agamaku. Tapi aku setuju George, bahwa teologi sejati adalah science.’
TP: ‘ Betul, negara ini adalah negara sekuler, sebagaimana yang kita cita-citakan bersama. Atheis, Homo, Deis, dan orang yang beragama selain Kristen pun harus bisa menjadi presiden. Masak kita kalah sama India, presidennya Muslim, perdana mentrinya Sikh, belum pendiri negaranya juga bukan Hindu. Perdana menterinya yang pertama, Si Nehru kan juga atheis. Pemimpin perjuangannya, si Gandhi juga agamanya gak jelas, semua agama dicampur aduk. Kita ini berkoar-koar sebagai kampiun demokrasi, tapi presiden wanita belum pernah ada, presiden kulit hitam juga belum pernah ada, apalagi presiden atheis ataupun agama selain Kristen. Amerika harus bisa seperti India, tidak perlu lagi pemimpin yang harus berpura-pura beragama Kristen demi suara konstituen.’
GW : ‘ Sepakat, bahkan lebih jauh dari itu. Agama apapun yang mengatasnamakan Tuhan akan selalu menjadi monumen abadi yang menakutkan, yang selalu menjadi bukti bahwa institusi sebaik apapun akan mudah disalahgunakan. Jadi lobi-lobi berdasarkan agama di pemerintahan juga harus dihapuskan.’
TJ : ‘Eh tahu gak, sepertinya semboyan ‘God Bless America’ itu absurd deh, tuhan yang mana coba…?.’
GW : ‘ Semboyan negara kita ini lebih cocok kalau ‘Dog Bless America’. Lambang negara perlu diganti anjing sepertinya hahaha….’
Dan mereka pun tertawa-tawa, sambil menenggak bir yang masih tersisa, sementara bumi Amerika sedang dilanda demam pemilihan umum 2008.
Sumber :
1. Notes on Virginia, karangan Thomas Jefferson
2. Age of Reason, karangan Thomas Paine
3. Kumpulan surat George Washington, oleh Paul Sadover