Archive for April, 2007

Ibu Kita Ken Dedes, Bukan Kartini

Sunday, April 29th, 2007

Kartini memang lebih maju dari jamannya
Menganggap agama tak lebih lelucon belaka
Menganggap dirinya ‘Anak Buddha’ tapi juga pergi ke gereja
Memeluk Islam tapi benci konsekuensinya
‘Agama kebatinan’ adalah agama sejatinya

Kartini memang bercita-cita luhur
Ingin menghapus budaya Jawa yang ngawur
Ingin mengabdi pada rakyatnya yang hancur
Ingin mendidik bangsanya dengan papan tulis dan kapur

Tapi cita-cita sirna, Kartini telah gagal
Kartini takluk pada rekayasa kolonial
Kartini tunduk pada keperkasaan feodal
Kartini akhirnya malah jadi tumbal
Kartini menyerah dijadikan istri kedua seperti gedibal
Kartini dipermainkan Abendanon dan Sosroningrat yang bengal

7 abad sebelum Kartini muncul di bumi
Pahlawan telah muncul di bumi pertiwi
Ibu kita Ken Dedes putri sejati
Menolak vaginanya dijadikan komoditi
Menghajar laki-laki yang menjunjung patriarki
Tunggul Ametung dan Ken Arok akhirnya terkapar mati
Oleh politik elegan Ken Dedes yang mumpuni

Ibu kita Ken Dedes pahlawan wanita
Menolak tubuhnya dijadikan objek semata
Prajnaparamita yang teguh membela kehormatannya
Laki-laki poligam dan haus kuasa dijadikan mainannya
Ibu raja-raja Jawa yang cantik jelita tapi berotak luar biasa

Sama-sama dipaksa tunduk
Kartini menyerah takluk
Ken Dedes berorkestra mengamuk
…………………………………….
Ibu Kita Ken Dedes, Bukan Kartini
…………………………………….

Sumber :
Panggil Aku Kartini Saja, by Pramudya
Arok Dedes, by Pramudya
Door Duisternis Tot Licht, by Kartini