Wajah Kusam Sekularisme
Wahai Turki,
Engkau tidak lagi sekuler
Tapi fasis
Jika engkau melarang jilbab di universitas
Wahai Belanda,
Engkau tidak lagi sekuler
Tetapi tiran
Jika engkau melarang burkini* di kolam renang
Wahai Indonesia,
Engkau tidak lagi sekuler
Tetapi otoriter
Jika engkau melarang Ahmadiya
Sekularisme tidak ditunjukkan dengan memakai pakaian gaya Eropa
Sekularisme tidak dihadirkan dalam pelarangan sekolah-sekolah agama
Sekularisme tidak dimajukan dengan mengharamkan aliran agama non-utama
Sekularisme sejatinya adalah perlindungan
Pun jika orang menyembah mobil di perempatan jalan
Pun jika orang mengaku Tuhan
Sekularisme seharusnya kebebasan
Menjalankan apapun yang diinginkan
Asal tidak melanggar hak-hak kemanusiaan
Sekularisme adalah semangat kemajuan
Pemisahan mutlak kemanusiaan dan ketuhanan
Amsterdam, Juli 2008
* Burkini adalah bikini versi muslimah. See : www.ahiida.com
October 31st, 2008 at 2:16 am
Untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat Hindu tidak terlepas dari disiplin dalam setiap tingkah laku kita sehari- hari lebih- lebih terhadap catur kang Sinangguh Guru. Kata Guru dalam bahasa Sanskerta berarti berat. Dalam Agama Hindu ada 4 yang dianggap guru adalah:
Guru Swadyaya
Tuhan yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai guru sejati maha guru alam semesta atau Sang Hyang Paramesti guru. Agama dan ilmu pengetahuan dengan segala bentuknya adalah bersumber dari beliau. SARWAM IDAM KHALUBRAHMAN (segala yang ada tidak lain dari Brahman). Demikian disebutkan dalam kitab Upanishad
Guru Wisesa
Wisesa dalam bahasa Sanskerta berarti purusa/ Sangkapurusan yaitu pihak penguasa yang dimaksud adalah Pemerintah. Pemerintah adalah guru dan masyarakat umum yang berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan memberikan kesejahteraan material dan spiritual.
Guru Pengajian
Guru Parampara. Guru di sekolah yang telah benar- benar sepenuh hati dan ikhlas mengabdikan diri untuk mendidik serta mencerdaskan kehidupan Bangsa.
Guru Rupaka
Orang yang melahirkan (orang tua), tanpa orang tua kita tak akan ada oleh karena itu betapa besarnya jasa- jasa orang tua dalam membimbing putra- putranya untuk melahirkan putra yang baik (suputra).