Wajah Kusam Sekularisme

Wahai Turki,
Engkau tidak lagi sekuler
Tapi fasis
Jika engkau melarang jilbab di universitas

Wahai Belanda,
Engkau tidak lagi sekuler
Tetapi tiran
Jika engkau melarang burkini* di kolam renang

Wahai Indonesia,
Engkau tidak lagi sekuler
Tetapi otoriter
Jika engkau melarang Ahmadiya

Sekularisme tidak ditunjukkan dengan memakai pakaian gaya Eropa
Sekularisme tidak dihadirkan dalam pelarangan sekolah-sekolah agama
Sekularisme tidak dimajukan dengan mengharamkan aliran agama non-utama

Sekularisme sejatinya adalah perlindungan
Pun jika orang menyembah mobil di perempatan jalan
Pun jika orang mengaku Tuhan

Sekularisme seharusnya kebebasan
Menjalankan apapun yang diinginkan
Asal tidak melanggar hak-hak kemanusiaan

Sekularisme adalah semangat kemajuan
Pemisahan mutlak kemanusiaan dan ketuhanan

Amsterdam, Juli 2008
* Burkini adalah bikini versi muslimah. See : www.ahiida.com

One Response to “Wajah Kusam Sekularisme”

  1. Bagong Says:

    Untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat Hindu tidak terlepas dari disiplin dalam setiap tingkah laku kita sehari- hari lebih- lebih terhadap catur kang Sinangguh Guru. Kata Guru dalam bahasa Sanskerta berarti berat. Dalam Agama Hindu ada 4 yang dianggap guru adalah:

    Guru Swadyaya

    Tuhan yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai guru sejati maha guru alam semesta atau Sang Hyang Paramesti guru. Agama dan ilmu pengetahuan dengan segala bentuknya adalah bersumber dari beliau. SARWAM IDAM KHALUBRAHMAN (segala yang ada tidak lain dari Brahman). Demikian disebutkan dalam kitab Upanishad

    Guru Wisesa

    Wisesa dalam bahasa Sanskerta berarti purusa/ Sangkapurusan yaitu pihak penguasa yang dimaksud adalah Pemerintah. Pemerintah adalah guru dan masyarakat umum yang berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan memberikan kesejahteraan material dan spiritual.

    Guru Pengajian

    Guru Parampara. Guru di sekolah yang telah benar- benar sepenuh hati dan ikhlas mengabdikan diri untuk mendidik serta mencerdaskan kehidupan Bangsa.

    Guru Rupaka

    Orang yang melahirkan (orang tua), tanpa orang tua kita tak akan ada oleh karena itu betapa besarnya jasa- jasa orang tua dalam membimbing putra- putranya untuk melahirkan putra yang baik (suputra).

Leave a Reply